“Data-data kesehatan sudah terekam, jadi misal warga Sumenep mau periksa di Surabaya atau di Jakarta, di sana tinggal ngecek NIK pasien, riwayat penyakit akan terlihat nanti,” kata dia menjelaskan.

Pihaknya mengungkapkan, saat ini segala prasarana tengah dirampungkan. Dia mengklaim pada bulan Maret 2024 sumenep" class="inline-tag-link">RSUDMA Sumenep sudah terkoneksi dengan Kemenkes RI.

“Jadi pasien nanti tidak perlu bolak balik periksa, sekali periksa riwayat medisnya sudah terekam. Dan program Satu Sehat ini wajib bagi semua fasilitas kesehatan baik untuk dokter praktek mandiri maupun umum,” katanya memaparkan.

Sekedar informasi, platform Satu Sehat merupakan perwujudan dari pilar keenam transformasi sistem kesehatan, yaitu pilar transformasi teknologi kesehatan yang diinisiasi oleh Kemenkes RI.

Platform ini juga diharapkan mendukung implementasi lima pilar transformasi sistem kesehatan lainnya seperti transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan dan transformasi SDM kesehatan yang saat ini juga sedang berjalan.