Sebab itu, solusi untuk memudahkan masyarakat yakni dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber penghasil pangan.

”Itu sudah diimplementasikan oleh kami pada masyarakat sehingga masyarakat bisa memahami cara mengatur pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman,” kata Arif menerangkan.

Arif juga menilai, mindset masyarakat yang menyebut belum dapat dikatakan makan jika belum mengonsumsi nasi perlu segera diubah.

Karena itu, timpalnya, pemerataan kualitas pola konsumsi pangan masyarakat yang baik akan terus digalakkan di seluruh lapisan.

”Karena konsumsi pangan yang baik menjadi sarana untuk dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tandasnya.***