"Mereka canggih-canggih, sudah bisa meretas aplikasi itu. Makanya kami sampaikan untuk aplikasi itu akan kami perbaiki karena masih memiliki sisi kelemahan," tutur Suharjono menjelaskan.

Suharjono mengungkapkan, dalam perjalanannya, ASN tersebut secara bertahap meretas absensi digital SIC itu.

"Tapi kemungkinan mereka dikasih tahu dari orang ke orang," tuding Suharjono.

Hingga saat ini, Sumenep" class="inline-tag-link">BKPSDM Sumenep mengaku sudah melakukan pembinaan dan pemblokiran terhadap ratusan ASN yang memanipulasi absensi digital SIC tersebut.

Terpisah, Sumenep" class="inline-tag-link">Inspektorat Sumenep menyebut bahwa kelakuan ratusan pejabat ini sudah masuk pelanggaran disiplin ASN.