Kemudian, para peserta FGD ini mendatangkan sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan) di setiap desa yang ada di Sumenep.

Acara FGD sendiri dibuka dengan pembacaan doa dan tarian tradisional 'Moang Sangkal', dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PWRI.

Sebelum acara dimulai, pengurus DPC PWRI Sumenep menyantuni anak yatim dan piatu, bekerjasama dengan BAZNAS cabang setempat.

Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono mengungkapkan, bahwa kegiatan yang ia gelar saat ini untuk menemukan solusi dari sejumlah permasalahan petani saat musim tembakau tiba.