Paman korban curiga alat skrining yang digunakan pihak Puskesmas Batang-batang adalah alat bekas pakai yang tidak higienis.

"Kita curiga alat skrining-nya bisa jadi itu bekas, atau ada error di cara pengambilan darahnya," tuding Anwar.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Batang-batang, dr Fatimatus Insoniyah mengatakan, bahwa alat skrining yang digunakannya itu peroleh dari Sumenep" class="inline-tag-link">Dinkes P2KB Sumenep.

"Alat SHK-nya itu adalah sekali pakai, langsung dibuang, dan itu kita dapatnya dari Dinas Kesehatan,” kata dia saat diwawancara wartawan, Selasa (21/11/2023) sore.