"Kami menawarkan diri, jika masih mau untuk diberikan layanan, kami InsyaAllah masih siap untuk menampung, termasuk menjemput adiknya. Akan tetapi, jika korban ini memilih untuk dipulangkan saja, silahkan monggo," ujar Wahyu.

"Kami terus terang sedih, kita tidak memiliki kepentingan apapun. Kami hanya ingin menyelamatkan masa depan anak, ibu dan keluarganya," kata Wahyu menegaskan.

Di tempat yang sama, Sekcab KPI Sumenep, Nunung Fitriana, juga melalukan klarifikasi dari apa yang disampaikan oleh pihak keluarga korban.

Pihaknya menerangkan, dari apa yang disampaikannya kepada media atas dugaan intimidasi yang dilakukan oleh tim Kemensos itu adalah murni dari keterangan keluarga korban.

"Di awal kita sampaikan bahwa akan melakukan kolaborasi, baik dari Dinsos, Kemensos dan KPI," kata Nunung di depan media.