"Sehingga, saya bilang, ini tidak bisa hanya menyalahkan oknum inisial A saja. Sebab, bank ini kan BUMN, kok bisa peristiwa begini tidak tahu?," kata Pak Suji menimpali dengan nada heran.

Seharusnya, kata Pak Suji, pihak bank menjalankan mekanisme perbankan dengan benar. Ia menuding, semua manajemen BRI diduga terlibat atas kasus tersebut.

"Itu pastinya kan ada tukang surveinya, pengawasnya, hingga ada yang memberikan disposisi. Jadi menurut saya, bukan hanya A yang keliru, tapi semua manajemen di bank itu sendiri," tuding Pak Suji dalam keterangannya.

Korban penipuan pinjaman dana KUR BRI tahun 2018 lalu itu terbilang banyak. Warga Kecamatan Dasuk menjadi zona merah kala itu.

"Tapi masih banyak nasabah BRI di Kecamatan Dasuk yang sampai saat ini masih belum selesai juga kasusnya. Saya merasa kasihan," kata Pak Suji merasa iba.