"Kontrak kerja 5 tahun itu disesuaikan dengan kebutuhan seperti kemampuan produksi dan minat pasar," ujar Bupati Fauzi.

Pihaknya berharap, hasil produksi para petani tersebut dapat diminati tidak hanya di Belanda, melainkan di negara-negara lain.

"Kami berharap, produk kita ini dapat diminati oleh kalangan lain di seluruh penjuru dunia," ucap Bupati Fauzi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Arif Firmanto, menjelaskan, bawang goreng yang diekspor ke Belanda kemasannya bervariasi, mulai dari 100 kilogram hingga 500 kilogram.

Arif optimis, ke depan akan terus mendorong produktifitas petani bawang goreng.