Disinggung soal tudingan BPD yang mengaku tidak memiliki ruang untuk menjalankan tugas dan fungsinya di desa, Atnawi menganggap hal tersebut tidak logis.
"Saya ini lebih dulu jadi BPD, jadi tahu tugas dan fungsinya. Intinya mengacu pada Perbup itu aja lah. Ini kan lucu, ngaku tidak pernah dapat informasi apapun. Coba tanyakan pada anggota BPD yang lain," kata Atnawi.
Dia juga mengklaim, setiap agenda Pemdes perihal apapun sudah diinformasikan kepada perangkat desa berikut BPD setempat.
"Sejak dulu, ketika ada acara apapun saya pasti buatkan undangan dan saya kasih ke (Pak Matrajib, red) ini. Malah saya rasa yan sering ke sini adalah (Pak Matrajib, red). Kalau ada informasi begini sebenarnya sangat lucu. Tapi ayolah kita bangun bersama-sama Desa Badur yang baik dan lebih sejahtera. Artinya, jika ada kepentingan pribadi, janganlah. Jangan mengorbankan masyarakat Badur yang banyak ini loh," papar Kades Atnawi lebih rinci.
"Saya tidak akan selamanya jadi Kades Badur. Jadi ayo utamakan kepentingan masyarakat, gitu," timpalnya diakhir wawancara.