Dia pun tak menampik, apabila ada dari masyarakat yang sudi menyumbangkan alat baca dan peraga (bermain, red), bisa langsung diserahkan melalui para mahasiswa KKN.
"Di sini konsepnya selain Rumah Baca juga menjadi tempat bermain," ujar Wahyu.
Wahyu menyebutkan, Rumah Baca ini sudah berjalan untuk yang kedua kalinya.
Pertama, sukses terselenggara di Pulau Sapudi. Sementara tahun ini berlangsung di Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Sumenep.