"Lalu melakukan teknologi peningkatan produktivitas dan rekayasa sistem tanam (tumpang sari jagung + padi gogo sistem tanam rapat)," kata dia lebih lanjut.

Pihaknya memaparkan, untuk wilayah 3 kecamatan, seperti Gapura, Lenteng dan Saronggi yang telah melaksanakan Padi IP 400 (tanam 4 kali), diupayakan akan ditingkatkan lagi luasan tanamnya.

"Serta kami berupaya melakukan cek ketersediaan beras di penggilingan dan cek harga beras di pasar tradisional," kata dia menerangkan.

“Mayoritas petani yang ada di Kabupaten Sumenep memiliki kebiasaan atau budaya menyimpan hasil panen padi untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarganya dan hanya sesekali menjual beras ke penggilingan jika ada kebutuhan keuangan,” sambungnya lebih lanjut.***