”Selain itu, juga meningkatkan, membudayakan dan mengembangkan minat baca tulis peserta didik, meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah serta komunitas pendidikan non formal agar literat,” terangnya.

Di sisi lain, menjadikan sekolah dan komunitas pendidikan non formal sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak, agar warga sekolah dan komunitas pendidikan non formal mampu mengelola pengetahuan.

Lalu, menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan berbagai sumber bacaan, dan mewadahi berbagai strategi membaca dengan mengeksplorasi budaya dan muatan berbasis kearifan lokal.

"Bahkan, guna menjaga keberlanjutan literasi juga melibatkan pegiat-pegiat dan komunitas literasi yang ada," pungkasnya.