”Tentu, itu (kehadiran masyarakat luar Gersik Putih, red) sebagai bentuk solidaritas kepada warga Gersik Putih yang selama ini berjuang melawan privatisasi laut,” kata dia mengungkapkan.

Jika tidak ada aral, ulama Kharismatik KH. Thaifur Ali Wafa, Rois Syuriah PCNU Sumenep KH Hafidzi Syarbini, dan Ketua PC NU Sumenep serta sejumlah kiai se Tmur Daya akan hadir membersamai warga di istighosah tersebut.

”Tentu KH Fadloil Rois NU Gapura, KH Roji Fawaid Rois NU Dungkek, dan sejumlah Kiai sepuh lainnya seperti Kiai Maimun Busyrowi serta Kiai Haji Ali Mukafi juga akan hadir sekaligus menjadi pengundang,” kata Siddik menerangkan.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Gersik Putih, Saniman, mengaku bersyukur atas kehadiran masyarakat dan kiai-kiai se-Timur Daya di tengah gejolak reklamasi laut yang terjadi di desanya dengan menggelar istighosah.

Acara tersebut secara tidak langsung merupakan bentuk dukungan kiai dan ulama atas perjuangan warga Gersik Putih dalam menolak reklamasi laut untuk pembangunan tambak garam.