Pihaknya menilai, saat ini Pemdes dan investor terkesan ngotot untuk menggarap lahan garam di pesisir pantai Desa Gersik Putih, meski banyak penolakan dari masyarakat lokal.
Buktinya, barang material untuk pembangunan tambak telah didatangkan ke lokasi yang akan digarap.
”Kemarin, menurut pengaduan warga juga dilakukan pengukutan atau memasang patok. Dan ketika meterial datang, digeruduk oleh warga. Ini berarti sudah tidak kondusif, memanas terutama antara warga dan desa,” kata legislator PPP ini.
Subaidi juga akan berkordinasi dengan Polres Sumenep supaya potensi konflik soal penggarapan tambak garam di Gersik Putih tersebut menjadi atensi.