Di mana, pernyataan Arif ini menyusul adanya komentar negatif pemuda di Sumenep pada profesi petani.
Seperti halnya pemuda asal Desa Masaran, Kecamatan Bluto, Ariansyah ini. Ia mengatakan, dirinya tak lagi minat menjadi aktor dalam menjaga ketahanan pangan karena upah minimum yang bias diterima para petani.
"Cara kerjanya berat, berpanas-panasan dan hasilnya sedikit," ujarnya.
Oleh karena itu, Arif ingin membuktikan bahwa bertani bagi kaum millenial bukanlah hal yang harus ditakutkan lantaran menganggap mendapatkan upah kecil.