OPINI, MaduraPost - Terlahir dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, membuat saya terbiasa mendengar ejekan atau cemoohan saat berusaha menggapai mimpi seperti anak yang lainnya.
"Jangan pernah bermimpi terlalu tinggi, bisa makan saja itu sudah bagus"
Paradigma yang dibangun di sekitar juga seringkali menjatuhkan mental anak-anak seperti saya untuk tidak terlalu bermimpi tinggi. Narasi-narasi yang mentuhankan uang adalah segalanya dalam mencapai mimpi, juga begitu masif disebarkan hingga menjadi sebuah kebenaran umum,
"Mau jadi pejabat RT saja harus punya uang, kalau tidak punya uang, sudah tidak usah bermimpi mau jadi orang besar" apalagi bermimpi menjadi politisi Pemegang Policy (kebijakan).
Kebenaran umum yang tercipta itu, Cukup PowerFull sehingga sangat melekat pada memori Memori orang orang yg punya keterbatasan ekonomi. tanpa sadar terinternalisasi dalam alam bawah sadar anak-anak dari keluarga yang tidak mampu seperti saya, hingga akhirnya membuat kita terlalu takut untuk sekedar bermimpi apalagi melangkah menggapai Asa.
"Buat apa sekolah yang tinggi? Percuma,tidak akan ada gunanya kalau tidak punya uang juga tidak akan bisa jadi apa apa."