"Kami kecewa dengan pelayanan PDAM ini," kata dia dengan nada kesal.
Diketahui, air milik PDAM berhenti mengalir ke rumah warga sejak pukul 19.00 WIB. Hingga saat ini, belum juga hidup.
Baca Juga:Salah Satu Nakes di Pulau Sapeken Sumenep Terima Penghargaan OASE Kabinet Indonesia Maju 2023
Tidak hanya Sahari, warga satu desa dengannya juga mengeluh dengan pelayanan PDAM yang sering terulang-ulang, yakni putusnya aliran air tanpa ada pemberitahuan.
Devi (39) menjelaskan, apabila kejadian tersebut bukan kali pertama dialaminya. Kadang, kata Devi, satu bulan bisa terjadi hingga 6 sampai 10 kali.