"Sementara, dulu pada saat kampanye petani tembakau dijadikan komoditi kampanyenya (Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, red) agar warga Pamekasan bisa memilihnya lewat taglinenya 'tidak ada lagi tembakau murah di Pamekasan'," tambahnya.

Membenarkan apa yang disampaikan oleh Alfian, salah seorang pemilik toko kecil di Pamekasan mengaku kalau beberapa waktu yang lalu pihak Bea Cukai Madura mendatangi tokonya dan merampas jualannya (rokok tidak bercukai, red).

"Ia mas, beberapa waktu yang lalu pihak Bea Cukai itu kesini, tanpa belas kasihan mereka mengambil dan membawa semua rokok-rokok itu tanpa diganti rugi. Saya kan orang tidak tahu masalah aturan itu, yang saya tahu, saya ingin mendapatkan hasil untuk ekonomi keluarga, untuk sesuap nasi," kata inisial AR.

Kalau mau dioperasi dan diambilnya (rokok ilegal, red) papar AR, jangan rokok-rokok yang sudah ada di kiosnya, tapi di Sales dan di Pabriknya yang menjual dan yang membuatnya.

"Kalau begini caranya, Bea Cukai dan Pemerintah itu memiskinkan orang miskin seperti saya, karena dengan diambilnya rokok-rokok itu, saya sangat rugi," kesalnya.