"Tahun kemarin kita tidak mengadakan acara apapun, meski sempat kita konsep untuk penampilan seni secara daring. Namun kemudian, setelah dipelajari terutama terkait internet yang kurang memadai akhirnya tidak dilaksanakan," ungkapnya.
Imam juga belum bisa memastikan terkait tema dan logo hari jadi kota Sumenep tahun 2021 ini. Sebab, pengajuan konsep masih ada pada Bupati Sumenep.
"Tema itu melekat di logo. Yang sekarang kita mengajukan tiga alternatif, tingga keputusan Bupati mau pilih yang mana, atau punya lain tidak apa-apa. Kalau nanti Bupati nentukan, baru bisa kita sampaikan," ucapnya.
Meski tak ada perayaan di hari jadi kota Sumenep tahun ini, dia memastikan bahwa seluruh ASN akan memakai baju adat alias baju daerah keraton Sumenep selama beberapa hari.
"Sementara tahun ini, karena kemarin pandemi puncaknya dua bulan yang lalu, maka kita tidak mengagendakan apa-apa untuk tahun ini. Tapi nanti tetap selama dua hari seluruh ASN akan pakai seragam keraton. Itu akan kami usulkan ke pimpinan. Keputusan akhirnya disana, kami hanya mengkonsep," tandasnya.