Saleh berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bisa memfasilitasi permohonan penyelaman kepada Kopaska, agar segera bisa dipastikan. Apakah benar ketiga korban berada di badan kapal atau tidak.
"Ketika nanti menyelam ditemukan atau tidak, setidaknya keluarga puas. Setidaknya ada usaha. Jadi kami sangat berharap bapak Bupati yang baru dan Pemkab Sumenep bisa memfasilitasi ini. Bukan apa-apa, keluarga korban hanya ingin tahu kepastiannya. Jika memang ketiga korban tidak ada disana, ya sudah kami menerima,” jelas Saleh.
Disamping itu, Saleh juga mengaku belum ada bantuan dari Pemkab Sumenep kepada keluarga korban. Dia mengaku, jika bantuan lahir dari Pemdes setempat secara pribadi.
"Sampai saat ini belum ada bantuan. Itu saya tahunya dari berita koran. Tapi kenyataannya belum, makanya saya simpan korannya, sebagai bukti nanti. Kita sudah taruh KTP ke Tagana di Kecamatan Bluto, untuk di data mendapatkan bantuan," papar Saleh.
Untuk diketahui, identitas tiga nelayan yang masih hilang yakni Juma’awam dan Harun, warga Desa Lobuk. Satu korban lainnya yakni Zainuddin, warga Desa Kapedi, Kecamatan Bluto. (Mp/al/rus)