"Kadang, kalau malam itu saya lewat sini, nggak liat kalau ada palang kayu besar dan bambu runcing menancap di tengah jalan. Lah ini kan bahaya," akuinya.
Melihat kondisi ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumenep, Eri Susanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Teknis, Agus Adi Hidayat membenarkan, jika di kawasan tersebut sering mengalami kerusakan aspal jalan.
Agus menceritakan, dulu, dikawasan lingkar barat tersebut adalah jalan sempit. Bertambahnya arus mobilisasi, kemudian dilakukan pelebaran jalan.
Dia mengatakan, awalnya, jalan raya itu hanya memiliki lebar 4 meter. Kemudian, dilakukan pelebaran hingga mencapai 8 meter. Akibat kapasitas angkutan semakin bertambah, kata Agus, dan kondisi gorong-gorong sudah banyak yang karat, akhirnya jalan gampang rusak alias ambles.
"Tetap akan kami tindaklanjuti. Kalau di kawasan itu sudah berkali-kali dilakukan perbaikan," terangnya, saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya.