“Sebab bukan seberapa besar finansial yang kita punya, tapi seberapa mencukupi kebutuhan kita sehari-hari, maka dari itu kami sangat berharap dengan adanya program ini, bisa menjadi solusi terhadap persoalan perekonomian,” ungkapnya dalam kuliah umum itu, Selasa (17/11) kemarin.

Sementara, MH Said Abdullah, menyinggung soal kebijakan pemerintah terhadap UMKM di tengah pesatnya pertumbuhan Industri Financial Technology.

Menurutnya, Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) mendefinisikan literasi keuangan sebagai pengetahuan tentang konsep keuangan, keterampilan, motivasi serta keyakinan.

“Pada kenyataannya tidak hanya Sumenep, tidak hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia mengalami masalah perekonomian akibat adanya wabah Covid-19 ini. Maka pemahaman literasi keuangan tidak hanya dipahami pemerintah, tetapi masyarakat juga,” katanya.