Said menyebut, pemerintah telah menyediakan Rp 200 triliun untuk mengganjal perut rakyat. Anggaran itu juga untuk mensupport program UMKM. Pihaknya berharap, dampaknya terhadap perekonomian akan tetap kembali stabil setelah mewabahnya Covid-19.

Anggota Komisi 11 DPR RI itu juga berinisiatif untuk merancang undang-undang reformasi keuangan demi penguatan lembaga keuangan. Harapannya agar masyarakat mudah mengakses berbagai layanan di bank. Selain itu, ia juga menjelaskan pemahaman terhadap praktik keuangan bisa dijadikan masyarakat sebagai pijakan dalam memilih jenis investasi.

Yang tak kalah penting, menurut Said, masyarakat bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dalam bertransaksi dengan menggunakan telepon seluler. Ia merasa kemudahan transaksi itu perlu dikampanyekan bersama. Ia mencontohkan sebagian Negara maju sudah menerapkan kemudahan tersebut. Meski misalnya baru bangun tidur lantas ingin membeli sesuatu, tinggal mengoperasikan telepon genggam tersebut.

“Kemudahan seperti ini ada nilai transaksi yang akan kembali kepada masyarakat keuntungannya,” pungkasnya. (Mp/al/rul)