Hasil pemetaan BPBD Sumenep, sedikitnya ada 28 desa yang saat ini kekurangan air bersih. Baik kategori kering kritis, langka dan kering terbatas.

Untuk itu, BPBD Sumenep memprediksi, kebutuhan air bersih akan berakhir pada pengujung bulan Oktober ini.

"Namun, kalau misalnya kemarau tetap berlangsung. Maka pendistribusian air bersih masih bisa dilakukan hingga November," pungkasnya.

Untuk diketahui, sejak Senin (19/10/2020) kemarin, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Sumenep.(Mp/al/rus)