Menurutnya, pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kekeringan tersebut berdasarkan pengajuan permohonan yang disampaikan oleh pihak kecamatan.

"Dengan begitu, BPBD Sumenep hingga saat ini masih melakukan dropping air bersih ke setiap desa yang kekurangan air bersih," jelasnya.

Sementara, suplai air bersih dengan porsi permintaan terbanyak berada di dua wilayah. Yakni, Kecamatan Pasongsongan dan Batuputih.

"Dalam satu hari itu, kita bisa sampai enam kali pengiriman bila dua unit tanki beroperasi, tapi kalau hanya satu tanki sehari bisa tiga kali. Misalnya pendistribusian ke Pasongsongan," tuturnya.