"Tapi sampai sekarang tidak ada jawaban dari bapak Miftahol, terkait ketegasan mau atau tidak menerima bantuan RTLH tersebut. Jika semisal tidak ada jawaban dari yang bersangkutan, kami akan kembalikan sepenuhnya pada keluarga Miftahol," ujarnya.

Sebab, Totok berpendapat apabila ada warganya yang tidak mau menerima program bantuan tersebut, barangkali sudah tidak memakai akal sehat.

"Berarti yang bersangkutan sudah tidak memakai akal sehat jika tidak menerima bantuan. Karena ini bukan bantuan secara pribadi dari pemerintah desa (Pemdes). Tapi langsung dari pemerintah Sumenep. Saya sebagai kepala desa hanya melaksanakan saja," tuturnya.

Selain itu, pihaknya membahas secara rinci jika terkait masalah ada warganya yang tidak medapat bantuan sama sekali, baik BST, BLT, dan bantuan pemerintah di Pandemi Covid-19, dibantah kabar kabar tidak benar.

"Itu juga tidak benar. Bahkan yang bersangkutan itu dapat bantuan sembako yang dari Kemensos, yang dapat perluasan selama 9 bulan sampai bulan Desember mendatang. Dan itu diterima langsung oleh istri Miftahol yang bernama ibu Sunariya, jadi salah jika Miftahol mengaku tidak mendapat bantuan sama sekali," tegasnya.