Seharusnya, sambung dia, apa yang menjadi keluhan dan keinginan masyarakat petani difasilitasi sampai selesai. Sehingga, kesejahteraan bisa dicapai dan dirasakan.

“Kalau gak ada output yang sesuai dengan keinginan para petani, ya berarti tugas dan perjuangan kita belum berakhir,” tegasnya.

Dikonfirmasih terpisah, Kepala Dispertahortbun Sumenep, Arif Firmanto mengaku bahwa pihaknya intens berkoordinasi jauh sebelum masa tanam tembakau.

“Koordinasi bagaimana yang kurang. Kami sudah sangat intens sekali, terutama dalam peningkatan kualitas bahan baku. Bahkan sudah diawali jauh hari sebelum masa tanam,” ucapnya.