Akan tetapi lebih lanjut H. Siran Wahyudi mengatakan, kalau dirinya tiba-tiba merasa dikagetkan dengan anak asuhnya yang tiba-tiba mengatakan terhadap dirinya kalau pelatih di PBVSI kabupaten yang bernama Dendi itu tidak memperbolehkan bermain di club asalnya.

"Maka oleh karena itu, jelas saya merasa kecewa dan bahkan timbul pertanyaan, apa dasarnya, kok saya punya anak asuh tidak bisa bermain lagi di club asalnya yang karena sudah masuk seleksi kabupaten," tanya H. Siran Wahyudi.

Selain itu, H. Siran Wahyudi mengatakan, kalau dirinya dalam waktu dekat akan menemui pihak KONI kabupaten dan provinsi.

"Yang jelas terkait persoalan ini, saya akan menemui pihak KONI kabupaten dan kalau perlu ke KONI tingkat provinsi Jawa Timur. Kenapa saya sampai sebegitunya karena ketika saya menemui pelatihnya tersebut pelatihnya itu mengatakan hanya sebagai bentuk fokus pada latihan persiapan menjelang bemper itu saja, tidak ada alasan lain, padahal berbicara hak terhadap pemain saya itu saya juga punya hak, apa lagi kemaren sampai orang tuanya langsung yang memintakan ijin kepada pelatihnya tersebut, tapi tetap aja tidak diperbolehkan," tambahnya.