Disoal terkait hal-hal ketidak sesuaian yang menjadi temuannya, Syaiful mengatakan, ada tiga hal yang ia temukan.
"Yang pertama kami temukan adanya ketidak transparan yang dilakukan PKH" class="inline-tag-link">Pendamping PKH itu, yaitu seperti adanya dugaan pemotongan 50.000,- setiap bulan oleh oknum PKH" class="inline-tag-link">Pendamping PKH Kecamatan Pasean, yang kedua temuan kami itu adalah PKH" class="inline-tag-link">Pendamping PKH menggiring penerima manfaat untuk mengambil uang kepada pihak PKH" class="inline-tag-link">Pendamping PKH," ungkapnya.
"Kemudian yang ketiga temuan kami itu adalah jika ada ATM yang bermasalah, pihak PKH" class="inline-tag-link">Pendamping PKH tidak bertanggung-jawab, padahal secara aturan semua permasalahan terkait PKH itu menjadi tanggung jawa di wilayahnya," lanjutnya.
"Yang lebih membuat kami geram dan kecewa ketika PKH" class="inline-tag-link">Pendamping PKH mengancam apa bila penerima manfaat tidak mengambil uang kepada PKH" class="inline-tag-link">Pendamping PKH maka pihak PKH" class="inline-tag-link">Pendamping PKH tidak mau tahu-menahu jika ada masalah kedepannya," sesalnya.
Dihubungi melalui telepon selulernya, Safiyah yang merupakan PKH" class="inline-tag-link">pendamping PKH tersebut membantah adanya tudingan tersebut, dia mengatakan, bahwasanya dirinya tidak merasa melakukan hal tersebut.