Bahkan untuk program subsidi kapal perintis, kata Bisri, sewaktu menjabat Kadishub Jatim, Fatah Jassin pernah mengatakan bahwa kapal yang dipakai nanti jenis 5000 DWT, sehingga bisa berlayar dalam kondisi apapun.
Informasi yang dia dapatkan, dua kapal perintis bersubdisi itu nantinya dibagi dengan rute jauh dan rute pendek. Salah satu kapal akan melayani rute dari Tanjung Perak Surabaya, Keramean Masalembu, Probolinggo, Pulau Kambing Sampang dan Branta Pamekasan.
“Itu yang lintasan panjang. Yang memenangkan tender kapalnya milik Dharma Dwipa Utama, dengan anggaran sebesar Rp 17 miliar. Kapalnya besar di atas 5000 GT. Kabanya apapun kondisi cuaca akan tetap berlayar,” jelasnya.
Bisri pun menyebut pernyataan Fattah Jasin penuh kebohongan atau hoaks. Sebab dari keterangan Nyono, kepala Dishub Jawa Timur pengganti Fattah Jasin, kepada Inspektorat beberapa waktu lalu menyatakan bahwa bahwa kapal milik PT. Dharma Dwipa Utama jenisnya bukan 5000 GT, tapi hanya 1200 GT.