Dia menjelaskan, hal itu menunjukkan kapasitas sebenarnya Fattah Jasin, atau sekadar alasan untuk menutupi patgulipat di lingkungan Dishub Jatim. Sebab pernyataan tersebut berimplikasi luas. Antara 5000 GT dengan 1200 GT penggunaan anggarannya tentu berbeda.
”Kalau pakai 1200 GT namun dinyatakan 5000 GT, untung banyak yang mengerjakannya, dan keuntungan itu ya korupsi namanya,” terangnya.
Selain itu, Mahasurya yang selama ini getol menyoroti masalah sosial politik dan hukum di Sumenep mengingatkan masyarakat Sumenep berhati-hati memilih pemimpin.
“Kami juga menyayangkan kalau pemimpin yang memiliki track record yang tidak baik akan menjadi pemimpin Sumenep,” ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa syarat utama pemimpin adalah kejujuran dan tidak memiliki perilaku korup. Bila dua hal tersebut tidak dipenuhi, maka jangan harapkan memikirkan nasib rakyat ketika memimpin.