Lebih-lebih menurutnya, dari anggaran yang besar hanya mampu memberikan honor tenaga medis sebesar 50 ribu rupiah per hari, hal itu dianggap tidak sebanding dengan risiko dan konsekuensi sebagai bagian yang berada di garda depan dalam penanganan covid-19.
“Masak iya, tenaga medis kita itu bekerja siang dan malam, menjaga perbatasan, harus ngecek kondisi kesehatan yang berkunjung ke kabupaten Sumenep, bersinggungan langsung dengan masyarakat, honornya hanya 50 ribu, itu kan lucu” jelas dia.
Lebih lanjut Hamdan mengatakan, petugas medis paling berisiko dalam kesehatan, selain taruhannya kesehatan dirinya, tenaga medis juga punya keluarga kesayangan sama seperti masyarakat lain pada umumnya.
“Lalu kemana saja anggaran Rp 95 Miliar itu, kalau untuk memberi honor petugas medis saja tidak mampu," katanya.