SUMENEP, MaduraPost - Nasib petugas posko covid-19 di perbatasan Sumenep-Pamekasan, ternyata hanya menerima upah Rp 50 ribu saja.
Hal itu diketahui Pemuda Muhammadiyah Sumenep, mereka mempertanyakan kucuran anggaran Rp 95 Miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk penanganan covid-19 di Sumenep.
Sebab, dari 95 miliar yang di anggarkan oleh Pemkab Sumenep itu belum mampu memberikan honor yang layak bagi petugas kemanusiaan peduli covid-19 yang berada di garda depan yakni petugas medis atau kesehatan.
Pemuda Muhammadiyah menuding, kucuran anggaran untuk penanganan wabah covid-19 di Kabupaten Sumenep hanya anggaran abal-abal yang tidak tampak realisasinya, terlebih Kabupaten Sumenep sudah masuk zona merah.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep terlalu mendramatisir anggaran, bahkan sampai saat ini realisasi anggaran 95 miliar tak dirasakan oleh Masyarakat”, tutur Hamdan, ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep, Rabu (6/5).