Menurut dia, setiap daerah bahkan negara, dalam mengahadapi pandemi ini tentu berbeda-beda, hal itu disebabkan adanya letalitas sebuah negara, sehingga negara tersebut mampu melakukan mitigasi yang terarah.

"Mitigasi seperti ini memerlukan biaya yang sangat besar, dan kalau ditanggung pemerintah sendirian jelas tidak akan mampu, sebab kemampuan pemerintah kita terbatas," tegasnya.

Sementara itu, Hairul juga menerangkan, apabila langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sendiri dalam menghadapi pandemi covid-19 lebih mengutamakan protokol kesehatan.

Akibatnya, setelah mempersiapkan mitigasi dari efek wabah covid-19 tentu terjadi pada sektor ekonomi, yakni krisis.