Untuk itu, Hairul meminta agar Pemerintah untuk segera mencairkan bantuan kepada masyarakat, salah satunya Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hal itu untuk memulihkan ekonomi masyarakat di tengah bencana nasional.

“Ekonomi ini perlu diselamatkan karena sudah kering sekali. Saatnya BLT segera disalurkan. Logikanya bagaimana ekonomi bisa pulih kalau alat transaksinya tidak ada,” kata dia.

Hairul menerangkan, kondisi ekonomi di kwartal pertama tahun 2020 sudah minus 0,4 persen, bahkan diperkirakan akan semakin buruk hingga 4 persen. Hal itu disebabkan masyarakat mulai membatasi diri keluar rumah untuk mengantisipasi menularnya covid-19.

“Apalagi sebentar lagi Surabaya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini tentu berdampak terhadap perekonomian. Pendistribusian barang akan terganggu,” jelas dia.