Berdasar keterangan sebelumnya, yang bersangkutan mengikuti pelatihan di Surabaya sejak tanggal 8 hingga 18 Maret 2020. Berdasar informasi Karimata, pasien tersebut mengeluh sakit di rumahnya  4 hari setelah tiba dari Surabaya bahkan sempat dirawat di rumah sakit swasta di Pamekasan, sebelum akhirnya pulang dan kembali dirawat di RS Slamet Martodirjo 31 Marer 2020.

Disisi lain Direktur RSUD, Slamet Martodirdjo Pamekasan dr. Farid Anwar  menegaskan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  ada  2 orang yang terpapar Positif  Corona 2 orang (satu meninggal).  Sementara untuk Protokol Kesehatan sangat ketat, termasuk ruang isolasi untuk PDP. Sementara untuk keluarga PDP yang dinyatakan positif pihaknya sudah melakukan rapid test dan sampai saat ini masih dalam pemantauan .

“Di RSUD Pamekasan sendiri sudah kami sediakan empat tempat tidur untuk para pasien, bahkan nanti bisa ditambah menjadi enam jika masih ada pasien lainnya,” jelasnya.

Dokter Farid juga menjelaskan, 2 Pasien PDP yang sempat menolak isolasi sudah difasilitasi dan dikoordinasikan agar tetap dirawat khusus di ruang isolasi.