Kemudian, beras itu dikemas kembali dalam merek 'Ikan Lele Super' kemasan 5 Kg. Beras itu rencananya akan didistribusikan ke Kecamatan Giligenting untuk memenuhi kebutuhan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Soal potensi adanya keterlibatan pihak lain selain pemilik gudang yang kini sudah menjadi tersangka itu, Widi masih enggan berkomentar. "Itu ranahnya penyidik (potensi adanya keterlibatan pihak lain, red)," ucapnya.
Ditanya ihwal hasil uji LAB BPOM terhadap cairan yang disemprotkan pada campuran beras itu, Widi mengatakan uji lab tersebut sudah keluar, namun belum diambil karena alasan kondisi yang belum memungkinkan. "Kalau hasil uji labnya nanti saya konfirmasi lagi ke Kasatreskrim," tukasnya.(mp/fat/lam)