Bahkan dengan ketidak tersedian obat yang dibutuhkan tersebut, pihak farmasi RSUD mengarahkan untuk melakukan pembelian obat diluar RSUD
"Kalok memang obat tersebut tidak ada, seharusnya ada solusi. Karena, sepengalaman saya saat melakukan pengawalan di rumah sakit Soetomo, dengan konfirmasi ke dokter pihak farmasi memberikan obat yang spesifikasinya sama, bukan malah disuruh melakukan membelian obat ke Apotek luar," imbuhnya
Namun saat pasien BPJS melalukan pembeliam obat, maka itu harus mengeluarkan uang, padahal pasien dengan kartu BPJS ini disebabkan karena tidak mampu.
"Ketika beli obat keluar harus mengeluarkan uang, dan ini pasien PBJS bukan umum," ungkapnya.