Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya mengaku mengalami kerugian yang sangat besar. Lantaran semua tiket pesawat, hotel selamat di kota haram sudah di booking.

"Dibulan Maret ada 2000 jama'ah yang dibagi 4 kali pemberangkatan. Karena sistem di syafira ini memesan sebelum pemberangkatan," keluhnya.

Ia berharap, Pemerintah Indonesia bisa segera melobi pemerintah Arab Saudi agar kejadian ini tidak terlalu lama.

"Saya berharap pemerintah melakukan nego ke arab saudi, karena Indonesia ini bukan termasuk negara suspect corona," imbuh owner berparas cantik tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kemenag Kabupaten Sampang, M Pardi mengatakan. Menurutnya pihaknya sudah mengetahui penundaan keberangkatan jamaah umroh Indonesia ke arab.