Selain itu, AK menilai kurangnya sosialisasi dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Sebab, selama yang diketahui AK, Pemdes setempat dinilai kurang transparan.
"Secara tiba-tiba Kadus dari setiap Dusun di Desa Candi langsung mendatangi masing-masing rumah warga yang mau mengajukan permohonan sertifikat tanahnya," tuturnya.
Senada dengan hal itu, warga lain inisial FY, membenarkan bahwa sosialisasi terkait Prona jauh dari kata transparan.
"Sebelumnya tidak ada pengumuman dari pemerintah desa, secara tiba-tiba masyarakat yang mau sertifikat tanahnya langsung di minta biaya sebesar itu oleh kadusnya," Katanya
Pihaknya berharap, agar Pemdes Candi bisa menerapkan segala bentuk informasi pemerintahan secara transparan kepada warganya.