Sebab, hal itu berkaitan dengan keselamatan siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
"Untung saja dalam peristiwa amburuknya ruang kelas itu tidak sampai ada korban. Baik siswa maupun guru selamat," katanya.
Dikatakan, berdasarkan keterangan dari kepala sekolah, bangunan kelas yang ambruk itu mendapatkan program rehab dari Disdik Sampang dengan anggaran Rp 150 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2017.
Tapi sayangnya, baru satu tahun berjalan atap ruang kelas sudah bergelombang, dan kayu kerangka atap rapuh. Pihaknya menduga proyek rehab kelas di SD tersebut dikerjakan asal-asalan, Yakni asal pasang asal jadi terutama terkait denga bahan material kayu yang digunakan.