"Karena kalau dikerjakan dengan baik dan benar, Minimal bangunan itu bisa bertahan selama lima tahun," ucapnya.
Pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan disdik untuk membahas terkait dengan rencana perbaikan ruas kelas di sekolah tersebut. Meski saat ini pihak sekolah sudah menyediakan tempat sementara untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Kami juga mendukung Aparat Penegak Hukum (APH) dalam mengungkap kasus ambruknya atap kelas di sekolah tersebut. Ini berkaitan dengan kualitas bagunan, jadi semua pihak yang terlibat dalam proyek itu harus bertanggung jawab," tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Samaran,
Retno Dijah Wijayanti mengatakan, ruang kelas yang atapnya ambruk itu merupakan kelas IV dan V. Sudah lama pihaknya mengaku was-was dengan kondisi ruangan itu, sebab semakin lama struktur atap reot dan turun kebawah.