Karena emosi sudah menguasai, lalu Samhari menarik kerah baju Tohir dan meminta anggota panwas keseluruhan untuk naik ke dalam mobil, dan kembali ke TKP.
"Saya minta satu tuntutan, semua APK saya yang disobek harus disambung utuh kembali. Saya tekankan seperti itu, saya tungguin dan mereka isolasi APK saya sampai utuh menjadi satu lembar walaupun itu dengan isolasi dan mereka pasangkan kembali, setelah itu baru saya meminta maaf atas kejadian itu semua kepada ketiga petugas panwascam yang ada pada saat itu, terutama kepada ketuanya," jelasnya.
Menurut Samhari, dirinya hanya menebus rasa jati diri yang telah dicederai oleh beberapa anggota panwascam.
"Kalau sudah seperti ini saya anggap selesai karena sudah dipasang kembali. Dan saya pulang dengan meminta maaf dan berpelukan dengan penuh persahabatan dan tidak ada masalah," tegasnya.
Selain itu, menurutnya secara kelembagaan Panwascam tidak memenuhi aturan. Alasannya, panwascam Waru justru tidak melakukan sosialisasi terhadap hak dan kewajiban dari para kontestan pemilu, lebih-lebih dalam penertiban APK tidak melibatkan pihak terkait.