Lanjut Samhari, karena baliho saya sudah tidak ada maka saya berupaya mendatangi kantor Kecamatan yang saya tau sebagai kantor sekretariat dari pada Panwascam Waru untuk meminta klarifikasi terkait hal ini. Saya menghubungi salah satu anggota Panwascam Waru yang bernama Tohir melalui via telepon.
"Tohir bilang ada dikecamatan, padahal saya ada di kantor Kecamatan sejak 30 menit yang lalu. Saya tanya lagi ternyata Tohir mengaku ada di Ahatan (salah atu dusun di desa waru timur) lagi menurunkan balihonya Nizar Zahro," ujarnya.
Untuk memastikan siapa yang telah merusak baliho miliknya, Samhari mendatangi Tohir ke lokasi, kemudian bertanya kepada orang-orang yang sedang menurunkan APK.
"Saya turun dari mobil dan memperkenalkan diri secara baik-baik, dan bertanya betulkah sampean ini panwas dan siapa yang telah menyobek APK saya, Tohir menjawab bahwa dia yang telah menyobek nya," tutur Samhari.