Sementara Kepala Puskesmas Banyuates dr. Endang Murdaningrum mengungkapkan, sebelum kejadian itu, staf puskesmas sudah menyiapkan semua alat perawtan pasien, termasuk sopir, kemudian mobil ambulan diklaim sudah dihubungi.
"Karena takut ada rujukan sudah sampai di UGD, tapi begitu pasien datang langsung kita tangani. Kami sudah melakukan perawatan dulu dan waktu itu yang datang cuma satu pasien,
"Kalau merujuk bukan langsung berangkat harus ada penanganan dan menelepon UGD rumah sakit. Kemudian membuat surat rujukan, setelah selesai baru mobil ambulan disiapkan," tukas Endang. (mp/man/rul)