Saat itu keluarga berkeinginan untuk dirujuk ke RSUD Bangakalan. Itu sebabnya kondisi Adi terlihat tampak semakin kritis. Akan tetapi keinginan itu lagi-lagi mengalami kendala, yakni kunci mobil ambulan keselip hilang.


Nurul Arifin keluarga korban mengatakan, ketika Adi tiba di puskesmas tidak menjumpai seorang dokter. Kecuali hanya perawat. Ia menduga saat melayani tidak bisa menganalisa mau dirujuk atau tetap dirawat.


"Ketika administasi rujukan sudah selesai, kemudian mengangkat Adi ke mobil ambulan. Namun kontak ambulan hilang," kata Nurul.


Menurut dia, Adi masuk sekira pukul, 13 00 WIB. Hingga ditemukan kontak ambulan itu sampai pukul, 14.30 WIB. Setelah hendak dilarikan ke RSUD Bangkalan, namun sopirnya tidak ada.