Tetapi sampai saat ini, Kamis (02/05/2019) belum ada tanda - tanda dari pemerintah atau pihak terkait untuk memperbaikinya sehingga dikeluhkan para pengguna jalan dan masyarakat setempat.


Dari informasi yang kami himpun bahwasanya Plengsengan yang ambruk lagi tersebut merupakan proyek yang pekerjaannya selesai pada awal tahun 2018 yang lalu.


Dan proyek tersebut juga merupakan proyek Bodong karena tidak ada prasasti pada plengsengan tersebut. Kuat dugaan kalau plengsengan yang sudah dua kali ambrul itu hanya dijadikan lahan memperkaya diri sendiri oleh pelaksana.


Sehingga pada realisasinya pun diduga tidak sesuai RAB dan dikerjakan asal jadi.