"Kami tidak ingin yang menentukan Presiden Mahasiswa (Presma) hanya 64 mahasiswa yang terdiri dari Hima," katanya.
Selain itu, Idrus menilai Pemilihan tersebut dinilai tidak manusiawi. Sebab sudah membungkam ribuan hak Mahasiswa yang ada di IAIN Madura. Ribuan mahasiswa tidak bisa dengan semudahnya di wakili oleh sebagian kelompok.
"Jangan bungkam demokrasi kampus. Demokrasi sebagai pesta yang harus dinikmati oleh semua mahasiswa IAIN Madura," tandasnya.
Masa aksi dimulai sejak pagi. Namun hingga sore tidak ada satupun dari pihak kampus yang menemui. Bahkan sejumlah peserta aksi sempat melakukan penyegelan terhadap pintu masuk dan pintu keluar kampus IAIN Madura.
Reporter : Efita