Namun masa aksi mendapatkan penghadangan tepatnya di dekat pos Satpam sehingga keributan terjadi.


"Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi dan diskusi dengan pimpinan tentang pemilihan Presma yang tidak demokratis," Teriak Idrus selaku koordinator aksi.


Dalam tuntutan tersebut, para mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Penyambung Aspirasi (Gempa) menuntut agar Pemilihan Dema institut atau Presma (presiden mahasiswa) di IAIN Madura dilakukan secara terbuka.


Sebab aturan yang menyatakan pemilihan tersebut hanya diwakili oleh 64 mahasiswa dinilai tidak demokratis.