Andi, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa dirinya diminta untuk memundurkan diri sekitar dua bulan yang lalu, bahkan ia merasa dipaksa untuk menandatangani surat keterangan pengunduran diri oleh ketua PPS dan posisinya nanti akan digantikan oleh orang lain.


“Surat pemunduran diri itu bukan saya yang membuat, tapi sudah disiapkan sebelumnya dan saya diminta untuk langsung tanda tangan, dengan alasan ada perombakan PPS, dan menurut ketua PPS Desa Kapedi, saya dinilai tidak aktif ketika ada kegiatan, padahal faktanya saya tidak pernah diberikan informasi sama sekali ketika ada kegiatan,” tuturnya, Jum'at (05/04/2019).